Penyebab Dari Penurunan Performa AC Milan

Penyebab Dari Penurunan Performa AC Milan. Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, memberikan komentar setelah timnya menelan kekalahan 0-1 dari Juventus di Piala Super Italia, Rabu (16/1/2019) atau Kamis pagi WIB. Dia cukup puas melihat kinerja tim meskipun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Milan kalah karena gol tunggal dari Cristiano Ronaldo pada menit ke-61. Meski begitu, Gattuso masih melihat sisi baik dari permainan anak asuhnya dalam pertandingan yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi.



Setelah gol Ronaldo, nasib Milan bahkan lebih buruk di pertandingan. Gelandang mereka, Franck Kessie, mendapat kartu merah di menit ke-73. Bermain dengan 10 pemain membuatnya lebih sulit bagi Rossoneri, nama panggilan Milan, untuk mengejar ketinggalan. Pasukan Gattuso harus menyerah dengan skor tipis dari rival yang sekarang berada di jalur untuk mempertahankan gelar Serie A yang telah ditahan selama tujuh musim terakhir.

Performa AC Milan dalam beberapa minggu terakhir telah menerima kritik pedas dari suporter dan legenda klub. Tidak diragukan lagi, rumor tentang pemecatan Gennaro Gattuso dari kursi pelatih Rossoneri juga telah melayang.

Apalagi dengan kepergian Milan dari turnamen Liga Eropa. Il Diavollo sebenarnya telah menunjukkan sinyal positif dengan mengamankan lima kemenangan, tiga imbang dan dua kekalahan dari Napoli dan Inter Milan pada awal musim Serie A Italia tahun 2018/2019.

Bahkan, klub yang bermarkas di kota mode itu pernah bercokol di urutan empat klasemen sementara Serie A Italia alias zona Liga Champions. Namun, penampilan dan rekan-rekan Patrick Cutrone tiba-tiba merosot setelah ditahan imbang Torino dan mengangkat koper dari Liga Eropa setelah kalah dari Olympiakos.

Akibatnya, tersiar kabar bahwa posisi Gattuso terancam. Manajemen klub menyediakan tiga pertandingan terakhir untuk nasib Rino, nama panggilan Gattuso. Nasib pelatih berwajah keras ini ditentukan saat melawan Fiorentina, Frosinone, dan SPAL.

Dua game pertama membuat wajah Gattuso pucat. Karena Milan menelan kekalahan 0-1 dari La Viola dan ditahan imbang oleh tim sementara Frosinone. Sebuah titik balik baru terasa ketika mengalahkan SPAL 2-1 melalui gol penentu Gonzalo Higuain.

Hasilnya, di paruh pertama Serie A, berakhir di tempat kelima dan masih memiliki peluang untuk memasuki zona Liga Champions pada akhir musim 2018/2019.

Penampilan dan kinerja AC Milan di Serie A 2018/2019 tampaknya sulit untuk bersaing dengan tim lain, selain itu kinerja juga tidak menentu di setiap pertandingan dan tampaknya kesulitan untuk menang di Serie A tahun ini. Saat ini, AC Milan masih berada di posisi ke-5 di klasemen Serie A 2018/2019 dengan poin 31d dan hingga pertandingan ke-19 ini, AC Milan hanya bisa menang 8 kali tentu saja itu adalah kinerja yang buruk untuk kelas tim besar Milan.

Saat ini, AC Milan memiliki selisih yang cukup jauh dengan klasemen Juventus dengan selisih 22 poin dari pertandingan ke-19 Serie A 2018/2019. Perbedaan poin yang cukup besar, membuat Juventus memiliki peluang yang sangat luas untuk mendapatkan Scudetto hingga enam kali tanpa perlawanan sengit oleh tim-tim yang bergabung di Serie A.

Performa Juventus terus meningkat dan berkembang, terutama kedatangan bintang Portugal Cristiano Ronaldo, yang membuat Juventus lebih kuat. Berbeda dengan kinerja AC Milan yang selalu menurun, meskipun AC Milan pernah mampu bersaing dengan Juventus, maka tahun ini Milan harus menerima keunggulan dari rivalnya.